Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

DIDUGA JADI PASIEN dr. DARMOJO. HANYA DI JADIKAN ATM BELAKA




Pasuruan, Pojok Kiri.
Kehidupan memamng tidak semalanya indah berbagai macam rintangan dan Coba'an tentu di laluinya, salah satunya adalah kondisi kesehatan seseorang, kalau sudah demikian maka seseorang harus ada ikhtiar, baik melalui alternatif maupun secara medis,  nah ngomong-ngomong bicara masalah medis harus hati-hati dalam memilih jangan sampai seperti yang di alami oleh WW perempuan asal Gempol, kabupateen pasuruan, 

Karena sakit yang di deritanya WW dan suaminya mencari tempat periksa yang terbaik, hingga mencari dokterpun yang spesialis, harapan dari pihak keluarga agar segera sembuh, namun sayang sungguh di sayang  dokter spesialis pun tidak jaminan untuk sembuh, dan mahal pun tidak jaminan untuk sembuh, bila Alloh belum meridhoinya, dan ini kita bicara fakta, WW walau sudah berlanggan berobat beberapa tahun di dr Darmojo, atas sakit yang di deritanya belum mendapatkan hasil yang maximal, bahkan baru-baru ini semakin parah.

Periksa pun terus rutin, bila WW mengalami kendala kesehatan, bahkan pernah beberapa bulan yang lalu, 4 bulan lamanya tidak periksa, karena di anggap sudah sembuh oleh WW dan pas periksa dimarahi oleh dr Darmojo, "KENAPA 4 BULAN TIDAK PERIKSA, SEKARANG BARU KESINI, SAYA MINTA SEMUANYA DI PERIKSA BILA TIDAK MAU SEMUANYA, SAYA TIDAK MAU MERIKSA," begitu ungkap dr Darmojo di depan pasien dan suaminya.

Pemeriksaan yang di maksud dr Darmojo adalah: periksa detak jantung, USG, gula darah dan kolestrol, dengan biaya Rp, 500 ribu rupiah, suami WW mengatakan bahwa saat itu cm membawa uang terbatas alias 500 ribu rupiah, namun dr Darmojo darmojo bila cuma periksa jantung saja dengan biaya 300 ribu rupiah dr Darmojo tidak mau melayaninya, pertanyaanya apakah boleh biaya pemeriksaan di hutang...? tentu tidak di perbolehkan, WW yang setiap malakukan pemeriksaa harus menyiapkan uang 1 juta, dalam rincian, 500 ribu untuk biaya pemeriksaan, 300 ribu untuk nebus resep obat, 100 ribu bensin, 100 ribu biaya makan karena dapat dipastikan walau sudah daftar lebih dulu tetep membuang waktu minimal setengah hari.

Dr Darmojo menganggap setiap pasien adalah orang kaya, karena rata-rata membawa kendaraan roda 4, karena kondisi pasien yang tidak bisa berjalan sehingga keluarga harus bawa mobil, terlepas mobil tersebut sewa apa mobil pribadi, keluarga pasti memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Media pojok kiri mencoba menghubungi Dinkes dr Ani Latifah namun sayang sungguh di sayang Ani Latifah tidak mau mengangkatnya, padahal nada dering masuk, ada apa dengan dr Ani Latifah, sebagai kepala dinas kesehatan Pasuruan, 

Media pojok kiri juga mempunyai catatan terkait dengan dr Ani Latifah, beberapa kali kasus yang di rilis beberapa dokter yang bertugas di.puskesmas misalnya, tidak pernah di angkat, hal ini sepertinya di sengaja, sebagai kepala dinas mestinya aktif dalam ber-komunikasi, apalagi dengan media, beda jauh dengan dinkes dr Agung (almarhum) beliau sangat aktif dalam berkomunikasi, hal ini tidak berlaku bagi Ani Latifah yang menjadi terheran-heran oleh media pojok kiri kok bisa menjabat dinkes ada apa, padahal orangnya sombong dan arogan hal itu yang perlu di sorot, dewan harus mendelik, bupati harus mecicil denga prilaku dinkes, karena menyangkut pelayanan publik. (Ony). Bersambung......