Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Menteri PU-PR, Basuki Hadimuljono Bersama Bupati Irsyad Yusuf Cek Lokasi Peresmian SPAM Umbulan.



Pasuruan, Pojok Kiri.
Presiden RI, Joko Widodo rencananya akan meresmikan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan, Senin (22/03/2021) siang, sehari jelang peresmian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Minggu (21/03/2021) sore. 

Kedatangannya tak lain untuk melakukan cek dan ricek di lokasi peresmian yang terletak di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan itu, dari pantauan di lapangan, Menteri Basuki datang dengan didampingi Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dan beberapa staf kementrian PU-PR lainnya.

Tak banyak yang disampaikan, Basuki menjelaskan bahwa dengan diresmikannya proyek SPAM Umbulan, secara otomatis langsung akan langsung melayani masyarakat di lima kabupaten dan kota di Jawa Timur. Yakni Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kota Surabaya.

Setelah dioperasikan, SPAM Umbulan melayani pelanggan dengan pemanfaatan kapasitas air sebesar 4000 liter per detik untuk 1,3 juta jiwa penduduk di 5 kota penerima SPAM.

“Mulai besok, SPAM Umbulan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh 1,3 juta penduduk di 5 daerah di Jatim. Yaitu Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya,” katanya.

Seperti diketahui, sumber air baku SPAM Umbulan berasal dari mata air Umbulan di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih sepanjang 93 km dengan total 14 titik reservoir offtake. Adapun proyek air minum regional Umbulan telah diinisiasi sejak 40 tahun lalu dan dimulai pembangunannya pada 2017, melalui skema KPBU antara pemerintah dengan PT Metha Adhya Tirta Umbulan selaku pemenang lelang. Proyek ini menelan investasi Rp2,05 triliun, dengan besaran dukungan kelayakan atau viability gap fund dari pemerintah senilai Rp818 miliar.

Kata Basuki, dengan tersalurnya air umbulan ke daerah penerima, sama halnya dengan memberikan keadilan bagi warga yang ingin merasakan segarnya air umbulan, dan ujungnya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat yang salah satunya bisa ditentukan dari air yang digunakan.

“Apabila air yang digunakan dalam keseharian tidak berkualitas, tentunya gizi yang diperoleh juga tidak terpenuhi.Air merupakan kebutuhan pokok paling tinggi disamping pangan. Oleh sebab itu, tersedianya air bersih bagi masyarakat merupakan hal wajib,” tuturnya. (Ony).