Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Rapat Relasi Media Pemkab Pasuruan: Jangan Cuma Bicara Sinergi, Independensi Pers Harus Dihormati!



Pasuruan, Pojok Kiri – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Relasi Media Tahun 2026 pada Rabu (28/10/2026), mulai pukul 09.45 WIB hingga selesai. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika, Arif tersebut mengusung tema “Sinergi Media untuk Pasuruan Bangkit”.

Dalam forum tersebut, perwakilan Diskominfo menjelaskan mekanisme kerja sama pemberitaan antara media massa dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Selain membahas kemitraan publikasi, pihak Diskominfo juga mengingatkan pentingnya profesionalitas jurnalis, khususnya agar tidak sekadar melakukan copy paste atau menyalin berita tanpa proses peliputan dan verifikasi secara mandiri.(28/10/2026)
Pesan tersebut patut menjadi perhatian serius di tengah perkembangan industri media yang semakin kompetitif. 

Peringatan agar jurnalis tidak melakukan copy paste menjadi relevan ketika dikaitkan dengan kerja keras wartawan yang benar-benar turun ke lapangan. Mereka mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya untuk menggali informasi, melakukan wawancara, mendokumentasikan peristiwa, serta mengonfirmasi berbagai pihak demi menghasilkan berita yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ironis apabila hasil kerja jurnalistik yang diperoleh melalui proses panjang justru hanya disalin oleh pihak lain tanpa peliputan mandiri. Praktik semacam itu bukan hanya menyangkut etika profesi, melainkan juga penghargaan terhadap kerja keras dan hak atas karya jurnalistik.

Tema “Sinergi Media untuk Pasuruan Bangkit” juga perlu dimaknai secara proporsional. Sinergi antara pemerintah daerah dan media memang penting untuk menyampaikan informasi pembangunan, program pelayanan publik, serta kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Namun, kemitraan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kewajiban media untuk selalu menampilkan sisi positif pemerintah. Pers tetap memiliki fungsi kontrol sosial yang harus dijalankan secara independen, profesional, dan bertanggung jawab.

Media bukan sekadar saluran publikasi program pemerintah. Media juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat, ruang penyampaian kritik, sekaligus pengawas terhadap pelaksanaan kebijakan publik.

Rapat relasi media ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Diskominfo Kabupaten Pasuruan dan insan pers. Namun, kualitas kemitraan tidak cukup diukur dari terselenggaranya pertemuan atau banyaknya publikasi kegiatan pemerintah.

Hal yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama itu dijalankan secara transparan, profesional, dan menghormati independensi pers.

Pada akhirnya, sinergi media dan pemerintah daerah harus dibangun di atas profesionalitas, bukan ketergantungan; transparansi, bukan sekadar formalitas; serta kepentingan publik, bukan hanya kepentingan pencitraan.

Sebab, Pasuruan yang bangkit bukan hanya membutuhkan publikasi tentang keberhasilan pembangunan, tetapi juga membutuhkan pers yang berani menyampaikan fakta, mengawal kebijakan, dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

Media Pojok Kiri – Tajam Mengungkap Fakta, Kritis Mengawal Kebijakan.(Tri/yus)