Pasuruan, Pojok kiri
Bukan sekadar menggendong istri, para peserta Lomba Rakyat di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (23/8/2026), harus menaklukkan medan yang menanjak. Aksi para suami menggendong istri sambil berpacu menuju garis finis menjadi salah satu momen paling seru dan mengundang gelak tawa warga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Lomba Rakyat yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai tindak lanjut arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di Kabupaten Pasuruan, kegiatan ini digelar oleh M. Naufal Alghifary, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pasuruan.
Sejak pagi, warga Desa Karangjati telah memadati lokasi. Berbagai lomba khas kemerdekaan digelar, mulai dari makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol hingga lomba gendong istri.
Lomba gendong istri menjadi perhatian tersendiri. Tantangan semakin terasa karena lintasan yang digunakan memiliki medan menanjak. Para peserta harus menjaga keseimbangan sekaligus mengerahkan tenaga ekstra agar dapat membawa pasangan mereka melewati lintasan hingga garis akhir.
Sorak-sorai dan tawa warga pun pecah setiap kali peserta mulai menaklukkan tanjakan. Ada yang melaju dengan penuh percaya diri, namun ada pula yang harus berjuang menjaga keseimbangan di tengah tanjakan. Keseruan tersebut membuat lomba semakin menghibur sekaligus menghadirkan kekompakan antara pasangan.
Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan pawai atau karnaval kemerdekaan yang menampilkan beragam kostum dan kreativitas warga. Naufal juga menyiapkan hadiah jutaan rupiah serta berbagai doorprize untuk masyarakat. Hiburan sound horeg turut menambah semarak perayaan.
Bagi Naufal, kegiatan tersebut bukan sekadar mencari pemenang. Lomba rakyat menjadi momentum untuk mempererat persatuan, gotong royong, kebersamaan, dan silaturahmi antara Partai Demokrat dengan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus dirasakan bersama. Kami ingin Partai Demokrat hadir di tengah masyarakat, ikut berbagi kebahagiaan dan membangun kebersamaan melalui kegiatan yang sederhana dan merakyat,” ujar Naufal.
Pada akhirnya, bukan hanya siapa yang menjadi juara yang menjadi perhatian. Perjuangan menaklukkan tanjakan sambil menggendong pasangan, tawa warga, dan semangat kebersamaan menjadi bagian dari kemeriahan perayaan kemerdekaan di Desa Karangjati.(Hab/yus)
