Pasuruan, Pojok Kiri– Kota Pasuruan kembali berubah menjadi lautan manusia. Jutaan jamaah memadati sejumlah ruas jalan dalam rangka memperingati Haul ke-45 KH Abdul Hamid, ulama kharismatik yang hingga kini tetap menjadi magnet spiritual bagi masyarakat dari berbagai penjuru daerah.(22/8/2026)
Sejak kawasan Jalan KH Abdul Hamid, Jalan KH Wahid Hasyim hingga Alun-Alun Kota Pasuruan, arus jamaah terlihat memenuhi ruas jalan. Kepadatan bukan sekadar kerumunan biasa, tetapi menjadi gambaran betapa kuatnya kecintaan masyarakat terhadap sosok KH Abdul Hamid.
Pemandangan lautan manusia tersebut menjadi salah satu momentum paling mencolok dalam pelaksanaan haul tahun ini. Jamaah datang dengan berbagai latar belakang, rela berdesakan dan menempuh perjalanan panjang demi mengikuti rangkaian kegiatan haul.
Kota Pasuruan seakan tidak pernah tidur. Jalan-jalan utama dipenuhi jamaah, sementara suasana religius terasa begitu kuat di berbagai sudut kota.
Besarnya jumlah jamaah juga menunjukkan bahwa kharisma dan keteladanan KH Abdul Hamid tidak lekang oleh waktu. Meski telah puluhan tahun wafat, nama beliau tetap hidup dalam ingatan dan hati masyarakat.
Haul bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang perjuangan, keteladanan, serta nilai-nilai keislaman yang diwariskan KH Abdul Hamid kepada umat.
Jutaan langkah menuju Pasuruan, satu tujuan: mengenang dan mendoakan KH Abdul Hamid.
Fenomena lautan manusia ini sekaligus menegaskan bahwa Pasuruan bukan hanya Kota Santri secara slogan, tetapi mampu menunjukkan wajah religiusnya melalui antusiasme jamaah yang luar biasa.
Bagi masyarakat Pasuruan, Haul KH Abdul Hamid bukan sekadar tradisi. Ini adalah momentum besar yang mempertemukan umat, memperkuat silaturahmi dan kembali menghidupkan nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan masyarakat.
POJOK KIRI – Dari Pasuruan, lautan manusia menjadi saksi: kharisma KH Abdul Hamid tetap hidup lintas generasi.(Tri/yus)
