Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Antisipasi Kemacetan Pembangunan Jembatan Blandongan, Dishub Kota Pasuruan Intensifkan Pengalihan Kendaraan Berat



PASURUAN, PojokKiri.com — Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mengintensifkan pengaturan arus lalu lintas dan pengalihan kendaraan berat selama proses pembangunan Jembatan Blandongan berlangsung. Langkah taktis ini diambil guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurai potensi kemacetan di jalur alternatif dalam kota, khususnya di kawasan Jalan Gatot Subroto, Selasa (30/6/2026).

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, H. Hermanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan dan membagi personel di tiga titik sekat strategis, yakni Gerbang Tol Raci, Gerbang Tol Sutojayan, dan kawasan Grati. Penempatan petugas ini bertujuan untuk menyaring dan mengarahkan kendaraan angkutan barang bertonase besar agar langsung menggunakan jalur tol sesuai dengan arah tujuan masing-masing.

Secara teknis, kendaraan besar dari arah Surabaya yang hendak menuju wilayah timur diarahkan untuk masuk melalui Gerbang Tol Raci. Sebaliknya, kendaraan dari arah Probolinggo dialihkan melalui Gerbang Tol Grati, sedangkan arus kendaraan berat dari arah Malang diarahkan menuju Gerbang Tol Sutojayan.

Hermanto mengakui, meskipun pelaksanaan rekayasa lalu lintas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala dan belum berjalan sepenuhnya maksimal, Dishub Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala serta memperketat pengawasan.

"Anggota sudah kami sebar di tiga titik utama, yaitu Tol Raci, Tol Sutojayan, dan Grati. Semua kendaraan besar kami arahkan masuk ke jalan tol sesuai rute masing-masing. Walau saat ini penertibannya belum maksimal, kami tetap berkomitmen kuat agar truk-truk besar tidak menerobos masuk ke wilayah dalam Kota Pasuruan selama pembangunan Jembatan Blandongan ini belum selesai," tegas Hermanto.

Ia menambahkan, kebijakan pengalihan kendaraan berat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan penyelesaian proyek infrastruktur jembatan tanpa mengganggu mobilitas harian masyarakat.

Melalui sinergi erat antar-petugas di lapangan serta kesadaran para pengemudi untuk mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan, Pemerintah Kota Pasuruan berharap arus kendaraan di wilayah perkotaan tetap terkendali. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman selama proses pembangunan berlangsung. (Chu/Yus)