Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Geger!, Isu Teror Pocong Ternyata Hoax



Pasuruan, Pojok Kiri 
Isu pocong beberapa hari terakhir merebak di sejumlah daerah, tak terkecuali di kota besar. Di media sosial, tak sedikit yang membagikan unggahan bagaimana sosok berkain kafan itu berkeliaran di sejumlah daerah dengan embel-embel berpotensi melakukan tindak kriminal atau hanya menakut-nakuti di balik aksi itu.

Seperti halnya yang terjadi di desa Kejapanan kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, kabar penampakan teror pocong yang menyebar luas di wilayah Kejapanan ternyata hoaks atau berita bohong. Hal tersebut telah dipastikan pihak warga setempat.
Sebelumnya, Sejumlah unggahan bahkan menyebut adanya penampakan pocong di area permukiman, Gg. Pandean Baru dusun Pandean desa Kejapanan, Selasa dini hari (26/5/2026) sehingga ramai dibahas di media sosial dan grup pesan instan. Informasi itu memicu keresahan warga di sejumlah wilayah, terutama saat malam hari, meski belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga yang sudah teropsesi adanya teros pocong di berita-berita media sosial. Informasi itu langsung ditelan, menganggap berita itu benar adanya, tanpa ada klarifikasi, bahkan warga setempat pun hampir percaya, karena di lokasi tersebut terkenal angker. 

Sumber awal penyebar foto kemunculan pocong di pekarangan samping rumah warga. Pelakunya merupakan sekelompok remaja warga Gg. Pandean Baru, dusun Pandean, desa Kejapanan.

Remaja itu membuat penampakan pocong fiktif sebagai lelucon praktis atau prank terhadap teman-teman mereka. Namun beberapa warga yang melihat foto tersebut yang sudah di unggah oleh pelaku merasa khawatir, kemudian foto itu kembali disebarkan.

"Jadi niatnya buat prank, nakut nakuti temannya, cari sensasi. Cuma karena berapa warga , akhirnya disebarkan lagi ke sanak saudara dan teman, bahkan grup-grup warga. Sampai akhirnya foto pocong itu tersebar luas dengan berbagai narasi yang menyesatkan dan meresahkan," ungkap Feri, Kasun Pandean pada awak media Pojok kiri, Jum'at (29/5/2026). 

Fery juga menyampaikan kalau informasi awal ia dapat dari Pak Kades, Randy Saputra atas laporan warga dusun kejapanan. Menanggapi kejadian itu Fery di minta untuk memastikannya. 

"Awal informasi itu dari pak lurah Kejapanan, Rendy Saputra. Beliau di kirimi warga , Akhirnya pak lurah meminta saya memastikan foto itu, karna pak lurah khawatir, seperti di berita-berita ada teror pocong, dengan munculnya kayak perampasan, perampokan. Yang dikhawatirkan seperti itu."terangnya.

Lebih lanjut Fery, mengatakan pihaknya telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan keterangan warga, pocong tersebut hoax, dikuatkan juga atas keterangan para remaja, dirinya mengaku kalau foto yang beredar luas tersebut adalah Hoax. 

"Hoak itu, salah satu teman kita membuat ulah, foto hasil pemotretan yang dilakukan rekayasa AI, edit buatan lewat aplikasi ada pocongnya. tujuannya menakuti kita yang lagi cangkruk diteras rumah, "Ucap Diki.  

Dari hasil rekayasa AI, gambar hasil editan di unggah sebagai status. Dampaknya warga Kejapanan memganggap itu benar, ada kemunculan teror pocong di dusun Pandean. 

Fery mengatakan 
Saat ini, remaja tersebut sudah didata dan dibina. Orangtua para remaja itu juga menjadi saksi agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa karena dampaknya menimbulkan keresahan pada khalayak.

"Kita pemerintah desa, Babinsa, Babin Kamtibmas sudah melakukan pembinaan karena memang efeknya meresahkan. Kita imbau buat masyarakat tidak panik dan ketika menerima informasi dari media sosial agar dikroscek terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan lagi," katanya.

Meski begitu, Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tak terbawa arus informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

"Bahwasanya berita ini tidak terjadi sesuai dengan apa yang beredar. Sekali lagi, kami ingin menyatakan kabar pocong ini tidak benar atau hoaks," pungkasnya.(Syafi'i/Yus).