Pasuruan Pojok Kiri
Tiga tahun lalu, sejak Pemerintahan Desa Bulusari kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan menyerahkan bantuan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat di Desa Bulusari. Dalam perkembangannya patut mendapat apresiasi.
Melalui mekanisme seleksi berdasarkan kriteria dengan potensi lahan penggembangan yang memadai, pemdes Bulusari membentuk dan menunjuk pokmas penerima bantuan.
Selanjutnya Pemerintah Desa Bulusari tancap gas, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi desa. Hal ini dibuktikan oleh pokmas yang di tunjuk dengan selesainya pembangunan kandang sapi di tahun 2023 dan berhasilnya melakukan penggemukan 8 ekor sapi.
Dengan kandang yang representatif, program budidaya sapi kini semakin berkembang dan menunjukkan hasil yang positif. Hasil ternak di tahun 2023 dimanfaatkan untuk pengembangan kandang. Din tahun 2024 pokmas tersebut mendapat bantuan lagi sejumlah 8ekor sapi, dan saat ini kandang sapi dari 1 menjadi 3 kandang, dan tiap-tiap kandang berisi 8 ekor sapi.
"Hasil dari tahun 2023 kita manfaatkan untukembuat penamhaban kandang, karena di tahun 2024 kita hanya mendapatkan 8 ekor sapi saja, tanpa kandang. "Ujar kades Bulusari Siti Nurhayati pada awakedia Pojok Kiri, Jum'at (9/1/2026).
Kepala Desa Bulusari berharap keberhasilan pengembangan penggemukan sapi ini bisa menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan dan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
"Unit usaha ternak sapi ini bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi warga. Dengan manajemen yang baik, insyaAllah usaha ini nantinya bisa menjadi andalan desa,” ujarnya.
Siti Nurhayati mengakui tidak semua usaha ketahanan pangan itu berhasil, salahsatu contoh seperti bududaya ikan lele, dengan modal 10 juta mulai dari kolam sampai pembibitan, berkali-kali panen mengalami kerugian, sampai pada akhirnya modal usaha tinggal 3juta. Pokmas tidak putus asa. Dengan semangat membangun desa, sisa anggaran di alih kembangkan dalam bentuk ternak ayam petelur.
"Dan alkhamdulillah, ternak ini berhasil, dan kini makin berkembang, "ucap Nurhayati.
Tidak hanya di dusun Jurangpelen 2, dusun-dusun yang lain juga, contohnya dusun Bulu desa Bulusari, kelompok ternak setempat di tahun 2023 mendapatkan bantuan ketahanan pangan senilai 10 juta untuk di belikan kambing dan pembuatan kandang.
Diketahui ternyata kelompok ternak dusun Bulu mampu memelihara dan mengembangkan ternak ini dengan baik sehingga jumlahnya bertambah terus tiap tahun.
Hasil pantauan awak media Pojok Kiri yang di dampingi Kawil dusun Bulu di dapati jumlah kambing berkembang menjadi 24 ekor, meski tiap tahun ada saja yang di jual untuk kegiatan dusun dalam rangka peningkatan gizi warga.
"Alkhamdulillah, sampai saat ini jumlah kambing makin banyak, dari 3 menjadi 24. Untuk itu saya sangat mengapresiasi peran serta warga saya dalam memperkuat ketahanan pangan di desa Bulusari, apalagi para penerima sangat amanah, yang pada akhirnya bisa berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan keluarga dan masyarakat, "tutur Kawil Bulu.
Bantuan ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru bagi peternak lokal melalui peningkatan produksi daging, tapi juga hasil sampingan lainnya seperti kotoran kambing yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Program ini diharapkan terus berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadikan Desa Bulusari sebagai desa percontohan dalam pengembangan peternakan rakyat.(Syafii/Yus).
