Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Gelar Mujahadah Wali Qutub Bersama Kaum Rois di Lingkungan Makam Mbah Yai Mustaqim Kepulungan, Untuk Solitkan Kader NU.


  

Pasuruan, Pojok Kiri
MWC NU Gempol dan seluruh kader Penggerak NU Se- PCNU Bangil menggelar Silaturrahim Kader dan Doa Mujahadah Wali Qutub Bersama Kaum Rois di Makam Mbah KH. Mustaqim Dsn. Arcopodo Desa Kepulungan Rt.01 Rw.03 Kec. Gempol kabupaten Pasuruan, Sabtu, (20/12/2025) malam.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Gempol, Pasuruan, KH. Khozin di dampingi H. Ahmad Bajuri, Ketua NU Ranting Kepulungan berharap, mujahadah dan doa bersama ini bisa menjadi obat untuk Kyai-kyai yang di atas. Karena kita tau semua NU saat ini, agak ngereges, Kyai-kyai nya lagi tarik tambang, sehingga badannya agak sakit. Tapi tidak semuanya, kader di bawah masih solit, tidak ada yang sakit. 

"Alkhamdulillah kita di beri kesehatan, sehingga kita bisa mendoakan agar Nahdlatul Ulama dapat kembali seperti semula. Diberi rukun, dan solit kembali. "Ujarnya. 

Usai melakukan bacaan Surat Yasin, tahlil di makam Mbah Yai Mustaqim, acara di lanjutkan dengan doa wali khutuban di lokasi timur makam yang di pandu ustadz Zamroni. 

Kegiatan walikhutuban ini sudah berjalan beberapa tahun. "Alkhamdulillah bisa Istikomah, "tutur Zamroni di awal pemanduannya.

Zamroni menuturkan bahwa ini merupakan upaya untuk memperkuat bagaimana gerakan kita berkhidmah di NU, dari tingkatan bawah sampai tingkatan ke atas. Menurutnya NU kali ini sedang di uji, menuju An-Nahda An-Nasyiah (Kebangkitan yang Sedang Tumbuh/Berkembang), kebangkitan yang kedua NU di ujung satu abad NU yang kini di uji oleh Allah SWT.

" Mudah-mudahan wasilah wirit wali khutuban malam hari ini Allah mengijabah NU tetap jaya, PBNU cepat pulih kembali. "Tandasnya.

Namun Zamroni menghimbau untuk Kader NU tidak boleh diam, juga tidak boleh ikut-ikutan, tapi harus berfikir bagaimana sikap dan sifat yang baik atau tidak. Yang hari ini terjadi bisa kita ambil sebuah pelajaran bahwa keikhlasan dalam bergerak di NU dan berkhitmah itu adalah ukuran yang paling penting dalam berjuang di NU. 

"Mudah-mudahan Allah SWT mengistikomahkan kita dalam bersilaturahmi yang baik seperti saat ini. "Ucapnya.

Perlu di ketahui, bahwa Wali Kutuban atau amalan ini awal di izazahkan oleh KH. Abdul Hamid bin Usman Kajoran (Mbah Hamid Kajoran), kepada ketiga putranya. Yaitu:
1. KH. Amin Kajoran.
2. KH. Bakok Kajoran 
3. KH. Gumilang Kajoran Magelang.

Mbah Hamid Kajoran merupakan ulama kharismatik dan waliyullah pendiri Pondok Pesantren Bodho Nadhatul Tulab di Banjaragung, Kajoran, Jawa Tengah, merupakan santri langsung Syaikhona Kholil Bangkalan, serta penggagas tarekat Dzikrul Ghofilin, yang wafat tahun 1989.

Kemudian ketiganya mengizazahkan kepada . KH.Abdul Mun'im DZ (atau KH. Mun'im DZ), seorang tokoh senior dan Instruktur Nasional untuk program Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), dan seluruh kader dan instruktur PKPNU lainnya dengan izazah kubro yang di selenggarakan di Kajoran Magelang tahun 2014, Kebumen, dan di Gunung Lawu tahun 2017. Kemudian di izazahkan kembali secara khusus pada peserta PKPNU lanjutan di Kajoran tahun 2019. 

Zamroni juga menjelaskan jika perwakilan kader NU dari Gempol, Bangil, Beji, Pandaan, Prigen sudah sambung sanat, datang ke rumahnya Romo Kyai Haji Gumilang Kajoran. Beliau menyampaikan bahwa izazah ini satu-satunya yang mengeluarkan adalah KH. Abdul Hamid bin Usman Kajoran, dan kita sudah rawuh (datang) kemakamnya untuk sambung sanat, dan dari keluarga menyampaikan, "siapa saja yang mengamalkan secara istiqamah dalam pergerakan dimasyarakat, Insyaallah di akherat bersama KH. Abdul Khamid bin Usman kajoran. "Paparnya.

"Ini hasil dan oleh-oleh untuk pergerakan, untuk perjuangan di daerah kita masing-masing. Mudah-mudahan diperkuat dan di kuatkan oleh Allah SWT."pungkasnya.(Syafii/Yus).