Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Tolak JLU, Jika Tak Mampu Gus Ipul Harus Mundur dari Jabatan Walikota Pasuruan


PASURUAN, pojok kiri
Perjuangan agar rencana pembangunan JLU di Kota Pasuruan dibatalkan, terus diserukan. Alasannya tak lain, pembangunan tersebut hanya akan menghambur-hamburkan anggaran. 

Sementara, banyak hal yang masih harus dilakukan Pemkot Pasuruan demi kesejahteraan masyarakat. Seruan itu disampaikan Aliansi Transparansi Untuk Rakyat Pasuruan (ATUR) saat bertemu Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, Rabu (16/8). 

Dihadapan Gus Ipul-sapaan Saifullah Yusuf dan Forpimda, Koordinator ATUR, Ayik Suhaya memandang, pembangunan JLU hanya akan membebani keuangan daerah. Betapa tidak, untuk pembebasan lahan JLU saja, bisa menghabiskan dana hingga Rp 200 miliar. Belum termasuk pembangunannya, yang bisa menelan dana Rp 1 triliun. 

"Jika dipaksakan, jelas akan membebani keuangan daerah. Belum tentu pula, sokongan pemerintah pusat bisa merealisasikan untuk pembangunannya," kata Ayik. 

Apalagi, pembangunan JLU bukan sesuatu yang urgen. Karena jalan konvensional yang ada saat ini, tidak terlalu padat. Ada jalan tol yang bisa dilalui. Pembangunan JLU terancam muspro dan hanya buang-buang anggaran.

Untuk itulah, pihaknya memandang, agar rencana pembangunan JLU dibatalkan. Karena rentan pula dengan penyelewenangan. Hal ini seperti yang sebelumnya menjerat pejabat yang meski akhirnya dibebaskan.

Ayik memandang, banyak pembangunan yang sudah dijalankan Pemkot Pasuruan yang akhirnya mangkrak. Hal tersebut, harusnya bisa menjadi pelajaran. Agar tidak adal membangun tanpa kajian yang matang. 


Seperti bangunan pasar mebel senilai Rp 8,7 miliar yang akhirnya tak ditempati pedagang. Atau bangunan kios pasar Kebonagung sisi selatan yang menelan dana Rp 2,7 miliar, kondisinya sama, tampak mangkrak. 

Belum lagi proyek-proyek lainnya, yang dianggap terbengkalai dan terkesan menghamburkan anggaran. "Ada proyek bangunan PLUT, proyek video hole, proyek TPI, gedung kesenian hingga DIPO yang kesannya hanya menghambur-hamburkan anggaran. Bahkan, payung madinah juga kondisinya tak jauh berbeda, sering mengalami kerusakan. Kami memandang, kinerja Pemkot Pasuruan tidak profesional, sehingga banyak pembangunan yang dilakukan, tapi manfaatnya untuk rakyat minim bahkan nyaris tak bermanfaat," papar dia. 

Lelaki yang juga Wakil Gubernur LIRA Jatim ini juga meminta, Pemkot lebih memperhatikan rakyat kecil. Jangan hanya mencari kesenangan sementara yang ujung-ujungnya menghabiskan uang rakyat secara sia-sia.

"Panggung-panggung musik, dengan mendatangkan artis ibu kota, itu manfaatnya untuk apa. Anggarannya sangat besar, sementara efeknya untuk rakyat bagaimana," simpul dia. 

Jika memang Walikota Pasuruan sudah tak lagi mampu memimpin, ia pun mendorong agar Gus Ipul mundur dari jabatannya. "Kalau sudah tidak sanggup, kami minta Gus Ipul menanggalkan jabatannya. Biar Kota Pasuruan punya pemimpin yang lebih konsen dalam memikirkan rakyatnya," singgung dia.(yus)