Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Paripurna Marathon, Sehari Tiga Agenda Paripurna Digelar





Pasuruan, pojok kiri
Pembahasan APBD Perubahan 2021 dipacu dengan waktu. Betapa tidak, legislatif mengancang-ancang, APBD perubahan itu harus diselesaikan pekan depan.

Tak ayal, dua paripurna dilangsungkan sekaligus. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menguraikan, percepatan dalam penyelesaian APBD Perubahan 2021 tengah dilakukan. Hal ini berkaitan dengan program yang harus segera dijalankan. Serta dengan waktu waktu yang tersisa dalam penyelesaian APBD Perubahan.

Karena bulan ini, Perubahan PABD 2021 itu harus segera dirampungkan. “Optimalisasi waktu kami lakukan agar APBD Perubahan bisa segera disahkan. Sehingga, program-program yang telah dirancang, bisa dikerjakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada tiga paripurna yang dilangsungkan kemarin (15/9). Selain pengantar nota keuangan rancangan Perubahan APBD 2021 dan pandangan umum fraksi-fraksi atas pengantar nota keuangan rancangan Perubahan APBD 2021 juga paripurna persetujuan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (STOK).


Perubahan APBD 2021 ini mengacu pada KUPA PPAS Perubahan 2021 yang telah disepakati bersama antara legislatif dengan eksekutif. Dalam KUPA PPAS Perubahan 2021, terdapat defisit anggaran hingga Rp 277 miliar. Di mana, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 3,1 triliun. Sementara, belanja daerah diperkirakan Rp 3,4 triliun.

“Mengacu pada KUPA PPAS Perubahan, defisit anggaran sekitar Rp 277 miliar,” imbuhnya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf memaparkan, beberapa sumber pendapatan daerah diproyeksikan mengalami penurunan. Seperti PAD yang mengalami penurunan sekitar Rp 3,5 miliar. Dari sebelumnya Rp 724 miliar diproyeksikan hanya Rp 720 miliar.

Belum lagi, proyeksi pendapatan lain yang juga mengalami penurunan. Seperti retribusi daerah dan pendatan lain yang sah. Sementara, di sisi belanja, mengalami hal yang tak jauh berbeda. Meski ada beberapa yang mengalami kenaikan. Seperti belanja pegawai yang mengalami kenaikan.

“Dari yang semula Rp 1,177 triliun menjadi Rp 1,174 triliun,” pungkasnya.(Yus)