Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengingat Jasa Dan Pengabdiannya Sebagai Patriot Bangsa Maka Nama Almarhum Akan Di Pakai Salah Satu Gedung Perkantoran.


Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf.dan wakilnya KH Abdul Mujib Imron (Kanan)

Pasuruan, Pojok Kiri
Pengabadian nama (alm) Lettu Muhammad Imam Adi satu diantara awak KRI Nanggala 402 sebagai nama salah satu gedung di Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan di Jl Raci bertujuan agar masyarakat mengingat jasa-jasanya sebagai patriot bangsa yang patut diteladani. Demikian pernyataan yang tadi disampaikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf pada saat mengunjungi kediaman (alm) di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Penyematan nama tersebut juga sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, pengabdian dan perjuangannya dalam menjaga keutuhan NKRI. Sehingga kegigihan dan jasa-jasanya akan tetap dikenang oleh masyarakat.

"Saya berharap, dengan diabadikannya nama almarhum di salah satu gedung perkantoran Pemkab Pasuruan, nantinya masyarakat bisa mengingat jasa beliau. Juga kegigihan serta perjuangannya dalam mempertahankan NKRI", ungkapnya.

Gus Irsyad sapaan familiar Bupati Pasuruan didampingi Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron beserta Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf dan Wakil Walikota Pasuruan, Adi Wibowo mengunjungi kediaman (alm) Lettu Muhammad Imam Adi. Hadir Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Rifto Himawan, Kapolresta Pasuruan AKBP Arman dan Kepala Kejaksaan Negeri Pasuruan Ramdhanu Dwiantoro. Juga beberapa perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik Pemerintah Kabupaten Pasuruan maupun Pemerintah Kota Pasuruan.

Dalam kunjungannya, Gus Irsyad menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya atas tragedi tenggelamnya Kapal KRI Nanggala 402 di Laut Utara Bali yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada 21 April 2021. Insiden tersebut membawa 53 kru, termasuk (alm) Lettu Muhammad Imam Adi.

Diketahui, duka keluarga awak KRI Nanggala 402 adalah duka masyarakat Indonesia. Setelah dikabarkan tenggelam di perairan utara Bali bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, saat ini Nanggala berada dalam eternal patrol atau dalam patroli abadi. Istilah yang menggambarkan sebuah kondisi kapal yang tidak kembali lagi. 

Berdasarkan keterangan Panglima TNI Mersekal Hadi Tjahjanto pada tanggal 26 April 2021 atau lima hari pasca karamnya kapal diperoleh bukti-bukti otentik. Bahwa semua awak kapal KRI Nanggala-402 yang membawa 53 orang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan dan tiga personel senjata tersebut dinyatakan telah gugur. Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa mereka semuanya adalah patriot terbaik penjaga kedaulatan negara. (Ony).