Pasuruan, Pojok Kiri 
Desa Kejapanan kembali menjadi pusat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sejumlah perguruan tinggi pada 2026. Sedikitnya enam kampus memilih desa di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu sebagai lokasi pengabdian masyarakat dengan beragam program pemberdayaan yang menyasar pendidikan, UMKM, ketahanan pangan, hingga pengembangan desa wisata.

Kepala Desa Kejapanan, Randy Saputra, mengatakan keberadaan mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain mahasiswa, Universitas Brawijaya juga mengirimkan tim dosen dan profesor melalui program pengabdian kepada masyarakat.

"Yang dari Universitas Brawijaya bukan mahasiswa, tetapi dekan dan dosen. Ada sekitar 13 orang yang mendampingi program pengabdian dan penelitian," ujar Randy, Senin (13/7/2026).

Menurut Randy, salah satu program yang telah berjalan berasal dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui PPK Ormawa bertajuk Circular System Ketahanan Pangan Ayam Petelur. Program tersebut mengembangkan budidaya ayam petelur sekaligus mendorong produksi telur omega yang memiliki kandungan gizi lebih tinggi.

Mahasiswa juga mendampingi masyarakat mengolah telur menjadi sedikitnya lima produk turunan, seperti mayones, produk bakery, dan berbagai olahan pangan lainnya. Pendampingan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mencakup penyusunan rencana bisnis hingga pemasaran produk.

Sementara itu, Universitas Negeri Malang menjalankan program tematik bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk memperkuat perpustakaan desa dan meningkatkan budaya literasi. Mahasiswa diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk mengajarkan teknik membaca nyaring, merangkum bacaan, hingga menyiapkan Duta Literasi Desa.

Selain bidang literasi, kelompok mahasiswa lainnya mengembangkan greenhouse melon, tanaman obat keluarga (TOGA), kewirausahaan, dan berbagai produk unggulan desa yang nantinya dipasarkan melalui kafe desa.

Randy menjelaskan pendampingan mahasiswa tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membantu legalitas usaha masyarakat. Mereka mendampingi pelaku UMKM mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, QRIS, hingga pemasaran digital.

Bahkan, pendampingan dilakukan secara langsung ke rumah-rumah pelaku usaha. Mahasiswa membantu membuat akun media sosial, mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps, hingga menghubungkan usaha warga dengan layanan pemesanan daring seperti GoFood dan Grab.

"Yang didapat masyarakat bukan hanya sertifikat, tetapi ilmu. Pendampingan dilakukan sampai mereka benar-benar bisa menjalankan usahanya," kata Randy.

Menurutnya, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan warga Kejapanan. Sejumlah pelaku UMKM dari desa lain di Kecamatan Gempol juga ikut memperoleh pendampingan pembuatan NIB dan sertifikasi halal melalui kolaborasi pemerintah desa, mahasiswa, dan Dinas Koperasi serta Perindustrian dan Perdagangan.

Di sisi lain, Universitas Brawijaya mendukung pengembangan Edu Wisata Taman Lumbung Pangan Nusantara. Program tersebut akan mengintegrasikan berbagai potensi lokal, seperti pengrajin batik, pembuat telur asin, produsen pia, ecoprint, hingga UMKM lainnya dalam satu paket wisata edukasi.

Tim dosen dari berbagai fakultas akan memberikan pendampingan sesuai bidang keahlian masing-masing. Fakultas Hukum akan membantu penyusunan regulasi desa, sedangkan Fakultas Ilmu Administrasi mendampingi penguatan manajemen usaha dan tata kelola ekonomi masyarakat.

Selain itu, pemerintah desa juga menggandeng mahasiswa Universitas Airlangga dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk menyusun konsep paket wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Randy menambahkan seluruh kelompok KKN juga diterjunkan ke sekolah-sekolah selama masa MPLS untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, perundungan (bullying), dan kenakalan remaja.

Menurutnya, keberadaan banyak perguruan tinggi di Desa Kejapanan menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
"Yang paling penting adalah ilmu yang tinggal di masyarakat. Dengan pendampingan berkelanjutan dari kampus, kami berharap seluruh program benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga," pungkasnya.(Syafi'i/Yus).