Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Istrinya di Aniaya, Warga Desa Jatiarjo Akan Laporkan Pelaku ke Polisi





Pasuruan, pojok kiri.
Nasib malang di alami Citra Ningsih (35) warga Dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Wanita ini diduga di aniaya tetangganya UH (Pelaku), hingga lengan memar dan kepala pusing akibat penganiayaan tersebut. Rabu (03/06/2024).

Penganiayaan terjadi berawal dari rekaman video pada 1 Juli 2024 yang berdurasi satu menit satu detik terlihat jelas, bahwa pelaku (UH) melakukan penyerangan terhadap korban (Citra Ningsih).

Adanya dugaan penganiayaan mendapat respon dari Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Masroni. Menurutnya,
penganiayaan masuk dalam Pasal 351 KUHP, maka pelaku jelas melakukan tindak kekerasan kepada perempuan.

Pelaku, tambah Masroni, juga melanggar ketentuan hukum yang telah mengancam perusakan terhadap Fasilitas umum terkait Radio Swara Arjuna, saluran Informasi yang di miliki Komunitas Swara Arjuna untuk menyebarkan informasi terkait lowongan pekerjaan, pariwisata dan lain-lain.


"Pelaku telah memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin dan melakukan penyerangan terhadap pemilik pekarangan jelas ini sudah melanggar hukum. Memaksa masuk ke dalam rumah atau pekarangan orang lain bisa dipidana hingga 2 tahun atau pidana denda mencapai Rp 50.000.000 (Lima puluh juta rupiah). Hal itu diatur dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP)," urai Ketua Grib Pasuruan.

Sementara itu suami korban Syaifudin (38) menceritakan kronologi terjadinya penganiayaan yang di alami istrinya. Waktu itu, pelaku tiba-tiba datang ke rumah korban sambil "Mengomel" akan memutus kabel saluran radio miliknya.

Ternyata, gertakan pelaku benar-benar dilakukan yakni datang lagi sembari membawa gergaji dan memutus kabel antena. Untungnya tidak putus dikarenakan dilerai oleh istri (Korban) dan terjadilah penganiayaan tersebut.

"Istri saya di jambak rambutnya dan di banting oleh pelaku. Selain di banting, istri saya di pukul lengannya hingga memar," ungkap Syaifudin.

Waktu kejadian, jelas sapaan Udin, pihak RT, Wir, datang ke lokasi namun tidak bisa berbuat apa-apa alias menonton saja melihat korban di aniaya.

"Pelaku menuduh saya dan orang tua saya merusak tanaman dan lainnya, padahal pelaku sendiri yang sering terbukti merusak tanaman saya," tutup pria berambut gondrong.

Saya, jelas Udin, akan melaporkan pelaku ke pihak yang berwajib jika tidak ada Etikat baik. Untuk ijin radio, ujarnya, Swara Arjuna sudah lengkap.

"Akan saya laporkan ke polisi jika tidak ada Etikat baik," pungkas Syaifudin.

Sekedar informasi, menurut Undang-undang dan beberapa pasal terkait dengan Kekerasan juga pengancaman serta memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin bisa terjerat pidana.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pelaku dan Pemerintah Desa Jatiarjo dikarenakan banyaknya kegiatan. (Mif/YS).