Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Fantastis, Satu Hektar Lebih, Tanah Bersetifikat di Desa Karangrejo Lenyap



Pasuruan, Pojok Kiri
Hanya sertifikat di tangan namun kondisi fisiknya tidak pernah dilihat. Empat (4) sertifikat tanah dengan luas: satu hektar lebih tidak diketahui keberadaannya oleh pemerintah desa Karangrejo.

Seperti yang di beritakan Pojok Kiri sebelumnya, dengan judul Diduga Tanah Kas Desa Karangrejo Hilang, Tidak Jelas Keberadaannya, Pemdes Hanya Pegang Sertifikatnya Saja. Hari kamis 4 Juli 2024, siang hari, jurnalis Pojok Kiri mencoba menelusuri, menanyakan langsung pada carik Karangrejo dan Kepaladesanya kebenaran informasi tersebut.

Memegang sertifikat tanpa di ketahui obyek tanahnya, dan menganggap aman tanah tersebut, itu sangat keliru, apalagi kalau surat itu bukan miliknya tanpa ada pendukungnya.

Hal ini tidak sepantasnya untuk ditiru, karena sebagai pemegang hak dengan bukti kepemilikan sertifikat sudah seharusnya juga turut mengetahui lokasi bidang tanahnya, bentuk fisik bidang tanahnya, serta batas-batas bidang tanahnya.


Carik Karangrejo, Sodiq saat diwawancari menyatakan bahwa surat tersebut bukan tanah TKD.

"Yang ngomong Tanah TKD itu siapa. Surat sertifikat ini ada 48, hasil penelusuran kepala desa Bapak Suud di ketahui obyeknya ada 44 , namun yang 4 surat sertifikat ini belum di ketahui keberadaan obyeknya.

Perlu di ketahui Selasa 2 Januari 2024 di gelar serah terima jabatan (sertijab) kepala desa, dari penjabat kepala desa yang lama Mokhamad Jainul , kepada kepala desa yang baru, Mokhammad Suud, SE. bertempat di pendopo Balai Desa Karangrejo.

Ada apa dengan perangkat dan kepela desa sebelum Mokhammad Suud jadi kepala desa. Baru kali ini kepala desa mencoba membuka tabir tanah yang hilang, sisahkan surat sertifikat saja dengan luas, 1). 3.800, 2). 3.400, 3). 3 000, 4). 1.530.

Surat-surat penting tersebut selama ini tersimpan di lemari Pemerintah desa Karangrejo, berkumpul dengan surat penting yang lain.

"Surat ini kita temukan di bupet-bupet balai desa, bahkan di situ juga ditemukan data nama-nama yang tersangkut Gerakan G-30 S. PKI, "ungkap Sodiq sambil menunjukkan ke-empat sertifikat kepada Awak media. 

Oleh kepala desa Muhammad Suud, carik Karangrejo di minta untuk menelusuri keberadaan tanah tersebut. Yang pada akhirnya, pemerintah desa berusaha menelusuri informasi baik dari BPN, maupun saksi- saksi warga sejamannya.

"Kami sudah menelusuri melalui pelayanan satu atap di perkantoran Pemkab Raci, namun jawabannya Obyek data ini di data online BPN tidak ada. Dari nama-nama ke 4 sertifikat ini, "tutur Sodiq 

Tapi aneh padahal di ke-empat surat itu ada nomor percilnya, namun keterangan Sodiq alasannya karena datanya terlalu lama, sehingga di leter C nomor ini tidak ada. 

Menjadi tanda tanya, ada leter C-nya, di buku tidak ada. Pertanyaannya, lampiran di buku Leter C itu apa betul tidak ada, atau di tiadakan. Alasannya klasik.

"Meski di sini ada nomor percilnya, sekarang sudah tidak ada, karena terlalu lama datanya, di leter C nomor ini sudah ngak ada, "ucapnya.

Untuk meyakinkan keterangannya, Sodiq mengajak awak media menemui langsung Kepala desa. Menurut Mokhammad Suud membenarkan bahwasannya dari 48 surat sertifikat tersebut sudah di ketahui obyeknya namun yang empat (4) belum di ketahui keberadaannya.Bersambung. (Syafi'i/yus).