Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ada Dugaan Kongkalikong Pemenangan Proyek Pasar Wisata Cheng Hoo, GERAM Geruduk Kantor Bupati



Pasuruan , pojok kiri.Gabungan NGO Kabupaten Pasuruan menggruduk kantor Bupati Pasuruan. Mereka mempertanyakan dugaan adanya kongkalikong dalam pemenangan megaproyek Pasar Cheng Hoo Pandaan.

Seperti yang diketahui, rencana revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, bakal dialokasikan dana yang tak sedikit. Anggaran hingga kisaran Rp 60 miliar disiapkan, untuk merombak kawasan Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan. 


Dasar dugaan itulah, yang membuat gabungan NGO yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Monopoli (GERAM), menggruduk kantor Bupati. Mereka mempertanyakan isu miring tersebut. Bila benar, mereka mendorong agar Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto bersikap. Tegas dan bijaksana 



Ketua GM FKPPI Pasuruan, Ki Ageng Ayi Suhaya Diningrat yang juga anggota GERAM mengatakan, banyak mendengar keluhan masyarakat, berkaitan dengan monopoli proyek yang ada di Kabupaten Pasuruan. Hal itu tak lepas adanya indikasi kongkalikong 

"Kami datang ke sini, seiring dengan adanya keluhan dan masukan masyarakat. Kalau ada indikasi, dugaan permainan proyek atau kongkalikong 


Kalau memang ada yg terbukti maka kami minta pak pj bupati harus tegas menindak sesuai aturan yang berlaku 


Ia pun datang untuk meminta penjelasan kepada Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto. Agar ada kejelasan, berkaitan dengan tudingan miring tersebut. 

Jika memang terbukti, pihaknya mendorong. Agar Pj Bupati Pasuruan bertindak. Tegas dan memberikan sanksi dinas terkait 

"Tadi ketemu Pak Pj Bupati Pasuruan dan Pak Sekda. Semuanya telah dijabarkan. Kalau memang dugaan itu benar, maka Pak Pj harus tegas. Dan kalau tidak benar, kami teman-teman NGO akan menghormati proses yang ada. Karena, proyek tersebut berkaitan dengan penunjang dan upaya peningkatan ekonomi masyarakat," paparnya. 

Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto mengaku, sudah menerima keluhan dari kalangan aktivis. Pihaknya juga sudah disodori bukti-bukti laporan. 

Dari situ, akan menindaklanjuti. Pihaknya akan mempelajari bukti-bukti yang disodorkan tersebut. "Kalau memang ada keteledoran atau ketidak sesuaian, nantinya akan kami evaluasi," sampainya. 

Ia menambahkan, proyek tersebut didapati tidak mudah. Karena hanya dua daerah yang mendapatkan se Indonesia. Yakni Lampung dan Kabupaten Pasuruan. 

Sehingga, sayang jika dana tersebut bila tak terserap. "Namun kembali lagi, prosesnya tetap harus dijalankan dengan baik," bebernya.(Yus)