Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pokja dewan minta rekanan profesional Dua mega proyek Dewan di laksanakan setelah lebaran



Pasuruan, pojok kiri .

Dua proyek besar di gedung DPRD DPRD yakni Pembangunan gedung dan gudang sekretariat yang di menangkan CV Cahaya Pelangi dengan nilai Rp 3,193 miliar,Pemeliharaan Kap Gedung Paripurna DPRD,kontrak Rp Rp. 2.172. miliar di percayakan oleh CV Joko Tole, rencananya pembangunan akan di laksanakan setelah hari Raya Idul fitri 1445 H penetapan pemenang dan berakhirnya masa sanggah.

Agar pelaksanaan pembangunan dua proyek tersebut bisa berjalan on track dan tidak mengganggu kegiatan legislasi dan persidanganm pihak Sekwan mengundang dua rekanan membahas tehnis pelaksanaan “untuk SPPBJ ( surat penunjukkan penyediaan barang dan jasa : red ) sudah ada tinggal pembuatan SPMK “jelas Hetty Wijayanto Kabag Umum Sekretariat DPRD.

SPPBJ ini merupakan surat yang di terbitkan oleh PPK /kepala dinas /badan yang merupakan surat penunjukan yang diberikan kepada penyedia barang/jasa untuk melakukan pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK atas penetapan pemenang pengadaan barang/jasa oleh ULP., fungsi SPPBJ juga sebagai tanda bahwa PPK menyetujui penetapan pemenang yang ditetapkan oleh ULP,

Sejumlah wartawan yang bisa mengepos di gedung DPRD memberikan warning keras kepada Sekwan agar memperketat pengawasan proses pembangunan ,sebab pengerjaan gedung ini memang bersinggungan langsung dengan kegiatan DPRD seperti sidang paripurna,rapat komisi serta kegiatan masyarakat lainnya

Agung Supeno, dirinya kenal dua rekanan asal kota Pasuruan memang sering mengerjakan proyek di Pasuruan, akan untuk proyek di dewan memang kendala non tehnis harus di perhitungkan juga yang tak kalah pentingnya kwalitas pekerjaan “harus betul betul susuai spesifikasi jangan hanya mengejar profit semata”jelasnya

Keterangan yang sama Ah Habibi ketua pojak DPRD, dirinya meminta peran pimpinana dan anggota dewan untuk pro aktif melakukan pengawasan selama proses pengerjaan dua kedung yang menelan anggaran miliaran rupiah, pasalnya pada tahun 2023 lalu ada proyek pemeliharaan kalau tidak salah 1 miliar, faktanya paska pekerjaan sudah P1 ternyata masih di temukan item pintu di ruang pers yang rusak.(H/yus)