Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Mutasi Kepala Sekolah di Kota Pasuruan Bermasalah? Kepala SMPN Turun Kasta Jadi Kepala SDN



PASURUAN , pojok kiri.Mutasi jabatan di lingkungan pendidikan Kota Pasuruan, tengah dipersoalkan. Menyusul turunnya grade jabatan yang dialami empat Kepala SMPN di Kota Pasuruan.

Mereka "turun" jabatan dari Kepala SMPN di Kota Pasuruan menjadi Kepala SDN di Kota Pasuruan. Kebijakan ini pun menjadi tanda tanya. 

Apa yang menjadi dasar, hingga turunnya jenjang jabatan itu direalisasikan. Sebab, tidak pernah ada kebijakan serupa terjadi sebelumnya. "Ini sangat aneh. Kenapa kok ada penurunan jenjang dari Kepala SMP ke SD. Karena selama ini, tidak pernah terjadi," ungkap salah satu sumber Pojok Kiri.

Sumber yang sama menyebut, setidaknya ada empat kepala sekolah yang "turun kasta". Satu diantaranya, Erman, S.Pd, kepala SMPN 1 Kota Pasuruan yang dimutasi ke SDN Bukir.

Lalu, ada Moch. Amin, M.MPd, yang semula menjabat SMPN 5 Kota Pasuruan, dimutasi ke SDN Kebonagung. Padahal, Amin tinggal menyisakan 3 bulan, pensiun. 

Yang ketiga, ada Nur Lailah, S.Pd, Kepala SMPN 10 Kota Pasuruan, yang akhirnya dimutasi ke SDN Sekar Gadung. Terakhir, ada Agus Harianto, S.Pd., M.M, kepala SMPN 11 Kota Pasuruan, yang dimutasi ke SDN Trajeng 1. 

Mutasi itu berlangsung Februari 2024. Mereka dilantik 7 Febuari 2024. Sementara, SK-nya, seminggu baru turun. 

Hal ini, mengundang rasa kecewa. Lantaran, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah Kota Pasuruan. Terlebih, imbas mutasi ke jenjang yang lebih rendah itu, memicu pandangan miring terhadap si kepala sekolah yang dipindah. 

"Tetangga pada tanya, kenapa kok dimutasi ke SD. Apa membuat masalah?," ungkap salah satu kepala sekolah. 

Meski begitu, sang kepala sekolah, tak bisa berbuat banyak. Selain menjalankan mutasi itu. "Kalau di-PTUN-kan, sebenarnya bisa," paparnya.(Yus)