Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dewan Dorong pembentukan pansus KAPITEN , Dampak kegaduhan pencoretan Gambar mantan bupati



Pasuruan, Pojok Kiri
Terkait penemuan gelas kertas berlogo KAPITEN dan bergambar mantan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dua periode dicoret, sebelumnya sempat ramai. Usai penemuan itu, banyak aksi - aksi protes yang dilakukan.

Awal polemik tersebut membuat Ratusan Banser (Barisan Ansor Serba Guna) Kabupaten Pasuruan mendatangi Gedung Putih Maslahat di Kompleks Perkantoran Raci, Rabu (28/2/2024) pagi.

Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan dari Pj Bupati Pasuruan Andriyanto terkait pencoretan logo Kopi Kapiten yang tertempel di gelas untuk para tamu.

Tak puas begitu saja, unjuk rasa berlanjut di kemudian hari, Senin (4/3/2024), Sejumlah warga melakukan aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Ia menilai, pencoretan tersebut merupakan perusakan brand. Sehingga ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus perusakan logo Kapiten.


Kedatangan mereka juga untuk mendesak DPRD agar menggulirkan hak interpelasi terkait mutasi sejumlah ASN yang dilakukan oleh Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, serta pencoretan logo di cup Kopi Kapiten.

Usai orasi, massa ditemui Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi warga dengan berkirim surat kepada Pj Gubernur Jatim dan Kemendagri terkait tuntutan tersebut.

Mengenai interpelasi, Fauzan mengatakan hal itu akan dibahas oleh masing-masing fraksi di DPRD. Fraksi PKB, kata dia, telah membuat usulan interpelasi yang ditandatangani oleh seluruh anggotanya.

Namun, langkah PKB belum mendapat dukungan dari semua fraksi di DPRD.

Saat sidang paripurna kedua LKPJ APBD 2023, 4 anggota dewan dari Fraksi Gerindra, Fraksi Nasdem, Fraksi Gabungan, dan Fraksi Golkar, justru mengusulkan pansus untuk mengusut asal-usul Kopi Kapiten.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan malah mendorong untuk dilakukannya pembentukan panitia khusus (pansus) Kopi Khas Kabupaten Pasuruan (KAPITEN).

Wacana pembentukan pansus KAPITEN ini mencuat dalam rapat paripurna IV DPRD Kabupaten Pasuruan persetujuan raperda non Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Susunan Organisasi Tatakerja (SOTK) Badan Perencanan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (4/3/2024).

Sebelum paripurna ditutup, sejumlah anggota DPRD lintas fraksi ramai - ramai menyampaikan interupsi. Pertama dilakukan anggota Fraksi Gerindra, Kasiman. Ia mengaku tidak mengetahui tentang KAPITEN ini.

“Izin pimpinan, belakangan ini sempat ramai terkait dengan kopi KAPITEN. Jadi, izin pimpinan, kegaduhan ini membuat saya secara pribadi terusik. Maka, saya kira perlu ada pansus KAPITEN,” katanya.

Dia mengatakan, pansus inilah yang nantinya akan bekerja. Artinya, pansus akan bertugas untuk menelusuri lebih dalam terkait program KAPITEN ini. Tujuannya, untuk membuka secara gamblang tentang polemik KAPITEN.

“Jadi biar persoalannya lebih klir dan terang benderang, maka perlu ada pansus. Nanti di dalam pansus, akan diketahui, anggaran untuk KAPITEN itu berapa, tujuannya itu apa, dan dampak ke masyarakat apa,” lanjutnya.

Usulan pansus ini pun mendapatkan respon dari Eko Suryono, Sekretaris Fraksi NasDem. Dia mengatakan, memang perlu ada pansus untuk membahas KAPITEN. Sehingga, sengkarut persoalan kopi biar lebih terbuka.

"Karena sudah ramai dan menjadi pembicaraan belakangan ini, maka mohon izin pimpinan usulan pansus ini dibawa ke bamus untuk disepakati. Artinya, memang perlu mendapatkan atensi khusus kopi ini," tegasnya.

Najib, perwakilan Fraksi PKS menyampaikan hal yang sama. Ia juga mengaku tidak mengetahui kejelasan KAPITEN ini. Nantinya, pansus akan mencari tahu, apa alasan ada KAPITEN, anggarannya seperti apa, dan tujuannya apa.(Syafi'i/Yus).