Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Cetak Karakter, 100 Anak Yatim Piatu di Ajak Nonton Film Tegar



Pasuruan, Pojok Kiri
Ibu Sutiyani pembina sekaligus Anak Yatim desa Kejapanan Ajak 100 anak Yatim Piatu di desanya untuk buka bersama dan nonton bareng film berjudul "Tegar" untuk pendidikan karakter.

Sudah semenjak tahun 2008 Sutiyani membina anak yatim piatu, sehingga disaat Bagus Hariyanto (Yanto), Aris Sandi dan krue, penguatan pendidikan karakter melalui media film, Mengajak kerjasama program pendidikan karakter terhadap anak yatim piatu, oleh Sutiyani langsung di apresiasi.

"Saya ucapkan terima kasih sekali kepada bapak Bagus Hariyanto, Aris Sandi dan krue yang telah Mendanai dan memfasilitasi nobar bersama 100 anak yatim piatu yang ada di desa Kejapanan. "Ungkap Sutiyani.

Seratus anak yatim piatu tersebut berkumpul di Rumah Sutiyani dusun Besuki desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/3/2024) yang selanjutnya diboyong bersama ke bioskop di kawasan Sidoarjo dengan mengendarai 6 kendaraan minibus.

"Semoga ini dapat menghibur sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus semangat meraih mimpi di tengah berbagai tantangan maupun keterbatasan," Ucap Sutiyani.

Ia menjelaskan apa yang tujuan menonton bersama itu sebagai ajang berbagi dan peduli antarsesama. Selain itu Menurutnya dengan mengajak anak-anak tersebut nobar film Tegar, nantinya generasi muda khususnya anak yatim piatu tersebut karakternya terbentuk menjadi anak yang berempati dan bertanggung jawab di era modern ini.


Menurutnya pembentukan karakter dapat dikatakan sebagai roh dari pendidikan, kejiwaan, artinya dengan membangun roh-nya terlebih dahulu maka akan terbentuk jiwa yang lebih kokoh. Dan roh dari pendidikan sendiri adalah pembentukan karakter yang kuat pada anak-anak.

Selain itu menurutnya, salah satu cara orang tua
untuk mengajarkan nilai-nilai ini adalah melalui media film, dan salah satu film yang menjadi salah satu media yang bisa dijadikan referensi dalam mengajarkan pendidikan karakter kepada anak-anak adalah Film “Tegar”.

Usai Nobar Sutiyani menceritakan pada Jurnalis Pojok Kiri bahwa 
Film tersebut mengisahkan kehidupan anak berusia 10 tahun bernama Tegar (Muhammad Aldifi Tegar Rajasa), seorang
penyandang disabilitas. Hanya memiliki satu kaki dan tanpa tangan membuat Tegar tidak
mendapatkan kasih sayang yang
cukup dari orangtuanya. Ayah Tegar pergi meninggalkannya dan
Ibunya (Sha Ine Febriyanti) sibuk bekerja. Satu-satunya orang yang
menyayangi Tegar sepenuh hati hanyalah Kakek (Deddy Mizwar).
Suatu ketika Tegar diharuskan menjalani kehidupannya seorang
diri ketika Ibu harus bekerja di luar kota dan perawatnya (Joanita Chatarine) terpaksa
pergi meninggalkannya.

Antusiasme dan apresiasi yang sangat tinggi, hal ini terlihat dari ekspresi anak-anak pada beberapa adegan tertentu. Mereka ikut terbawa suasana sedih, haru, dan gembira.

" Aku sampai menangis nonton film itu, saya lihat anak-anak juga, "Ucapnya.

Film ini menurutnya memang pas di tonton di dalam gedung bioskop, anak-anak bisa terbawa arus cerita film, kalau di tonton di tempat terbuka kurang pas karena terganggu dengan pandangan-pandangan lain.

 “Tegar” Sukses Memukau Anak Usia Sekolah di Chicago, Amerika Serikat
Film “Tegar” Sukses Memukau Anak Usia Sekolah di Chicago, Amerika Serikat seperti yang pernah di rilis oleh Chicago, Illinois. Ratusan anak usia sekolah dasar-menengah di Chicago, AS, terpukau sekaligus terharu usai menyaksikan Film "Tegar" di Chicago History Museum, kota Chicago, AS (16/11). Film ini berhasil terseleksi masuk untuk ditayangkan dalam rangkaian Chicago International Children Film Festival (CICFF) ke-40 bersama film anak-anak dari berbagai negara lainnya. 

"Orang Amerika saja mendidik karakter anaknya dengan nonton film tegar, kenapa kita tidak, "pungkas Sutiyani. (Syafi'i/Yus)