Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ruetnya Ujian perangkat Desa Bulusari; Camat Gempol Angkat Bicara.



Pasuruan Pojok Kiri
Pelaksanaan ujian tertulis dan btq seleksi 3 perangkat desa Kaur kepemerintahan, Kawil Sukci, dan Kawil Jembrung 2 desa Bulusari Kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan, makin menuai tanda tanya.

Berita acara yang sudah di tanda tangani Ketua Tim Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa di tolak oleh kepala desa Bulusari, sehingga camat Gempolpun tidak bisa merekom. Namun dalam perkembangannya Tim Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Bulusari malah melakukan ujian ulang.

Persoalan ini membuat Camat Gempol, H. KOMARI, S.H., M.M. angkat bicara. Menurutnya
Saat di temui jurnalis Pojok Kiri di rumah dinas Kecamatan Gempol, pada Rabo (31/01/2024), ia mengungkapkan terkait ujian ulang yang ada di desa Bulusari. 


"Kita masih komunikasi, ya itu tadi, karena prosesnya dari awal yang pertama belum laporan kepada kita, yaa kita anggap yang pertama belum ada. Yaa begitu saja."ucapnya.

Ditanya sejauh mana rekom camat terhadap hasil ujian penjaringan dan penyaringan perangkat desa Bulusari yang di lakukan 4 Desember 2023, ia menjelaskan kalau selama ini yang ia terima bukan permohonan rekom.  

"Mau memberi rekom apa, wong tidak mengajukan permohonan rekom yang sebagaimana di atur dalam perdes maupun perbub nomor 154 itu. Ini kan kalau para pihak mau menempuh jalur hukum yaa kita tunggu saja, "jelasnya.

Pelaksanaan yang akan di sosialisasikan tanggal 1 Februari besok, menurut Komari tidak bisa menilai sah atau tidak sahnya, "yaa kalau memang, yaa tergantung dari sisi mana cara memandangnya. Kalau yang awal itu melakukan gugatan, itu lebih baik untuk mendapatkan kepastian hukum. Apa nanti hasilnya yaa kita tidak tau. Yang ini berjalan yaa biar berjalan, di Lantik yaa biar di Lantik, "ucapnya.  

Lebih lanjut Komari juga menganggap kalau yang pertama perintah hukum untuk di lanjutkan, " yaa biar di lanjutkan dan harus di patuhi. Terkait dengan yang sekarang nantik dilihat regulasinya, di situ konsekwensinya, ujarnya.

Komari menganggap keruwetan yang ada di desa Bulusari ini baru kali ini, apalagi Secara dasar hukum,ini mengatasnakan panitia, yang kemarin, karena menurut mereka belum selesai. 

"Saya tidak bisa mengatakan itu sah, biar proses yang lain, yaa sudah, karena itu rananya masih ada di desa. Yang perta maereka belum melaporkan terkait hasil, yang di laporkan hanya temuan masalah, yang itu temuan menurut Bu Kades, dan itu menurut Bu Kades tidak sah. "Ungkap Komari. 

Kronologi yang diterima camat Gempol, setelah dipelajarinya ia tidak bisa menyimpulkan dengan alasan ia khawwtir salah, karena masih rananya desa.

"Jawaban saya, mau di jawab apa karena mereka menemukan berbagai permasalahan, terserah mereka, tidak di anggap yaa sudah, terus saya mau buat putusan apa, dari awal Bu Kades sudah menolak. Kalau ada langkah langkah lain, kita tunggu saja, langka dari siapapun juga, mangkanya saya ikuti saja. " Tegasnya.

Komari juga merasa senang apa yang dilakukan penuntut menggunakan jasa louyer, menurutnya itu lebih enak, tidak menimbulkan kegaduhan, "Saya bukan , tidak mau, kita ikuti saja, biar tidak salah saling menyalakan. Lebih baik seperti itu, dari pada salah langkah. Bahkan kalau ada langkah hukum itu lebih baik."Pungkasnya.(Syafi'i/Yus).