Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Disparta Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan pengembangan SDM dan ekonomi kreatif



Pasuruan, Pojok Kiri
Sekretaris Daerah (Sekda)
Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko S.Sos, M.Si membuka dimulainya Pelatihan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi kreatif tingkat dasar pokdarwis satria majura desa Kejapanan kecamatan Gempol. Kamis (30/11/2023)
Di Taman Lumbung Pangan Nusantara
Kecamatan Gempol bisa berlangsung lancar dan aman.

Hadir pada kesempatan tersebut kepala dinas pariwisata beserta jajarannya, camat Gempol Komari , narasumber dari konsultan pendampingan pariwisata dan tim akademi desa nusantara bidang manajemen pembangunan, pengolahan, pengembangan, dan branding pariwisata, narasumber trainer pariwisata nasional pengembangan produk inovasi pariwisata, peserta pelatihan.
Kabupaten pasuruan sebagai salah satu wilayah di provinsi jawa timur yang memiliki sejumlah aset wisata, baik berupa wisata alam, wisata budaya/religi maupun wisata buatan yang merupakan aspek penting dalam menunjang kemajuan pariwisata di kabupaten pasuruan.
Dengan potensi yang ada serta kemungkinan perkembangan pasar yang positif, tidak ada salahnya jika kita mulai mengembangkan kompetensi sdm dan ekonomi kreatif tingkat dasar pokdarwis satria majura desa Kejapanan kecamatan Gempol agar lebih unggul dan mampu bersaing dengan daerah lainnya.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pengelola serta kelompok sadar wisata agar menjadi kompeten dan profesional.
"Untuk itu seorang pelaku wisata harus memiliki pengetahuan baik dalam hard skill maupun soft skill sangat diperlukan, "Yudha Triwidya Sasongko.
Oleh karena itu, menurut Yudha pengembangan kompetensi sdm dan ekonomi kreatif bidang pariwisata sangat perlu untuk diperhatikan dan ditingkatkan.
"Semoga dengan adanya kegiatan ini seluruh peserta mampu menjadi inovator sumber daya manusia yang berdaya saing dan berdaya guna, "Tandasnya.


Yudha berharap, dengan kemampuan kelompok sadar wisata, ia mampu meningkatkan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke desa wisata di kabupaten pasuruan khususnya di wilayah kecamatan Gempol.
Dengan adanya kegiatan pelatihan ini seluruh peserta diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berwawasan luas serta dibekali keterampilan yang memadai agar dapat menigkatkatkan daya saing pariwisata di kabupaten pasuruan.
"Akhirnya, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim,
pengembangan kompetensi sdm dan ekonomi kreatif tingkat dasar pokdarwis satria majura desa kejapanan kecamatan gempol saya nyatakan dibuka dan dimulai, "Ucap Yudha Triwidya Sasongko tanda di mulainya pelatihan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati mengatakan, dalam pelatihan ini pihaknya Mengupgrade dan menginformasikan, bahwasannya dengan pembangunan Lumbung Pangan Nusantara yang ada di dusun Pandean Desa Kejapanan Kecamatan Gempol, para peserta paham tentang bagaimana memanagemeni dalam upaya memajukan desa wisata, memajukan Pokdarwis.


Dinas pariwisata kabupaten Pasuruan berharap setelah implementasi pihak dinas akan mencoba untuk memahamkan mereka dahulu, setelah mereka paham, baru akan di ajak study lapangan.

Kedepan menurut Eka, Ilmu yang sudah diberikan oleh treiner, teman-teman dari pendamping Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) ini nantinya kita coba untuk kedesa Ponggok, desa wisata yang berada di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Di desa ini adanya roh desa wisata, karena untuk pembelajaran desa-desa wisata yang ada di Jawa Timur itu belajarnya disana.

"Dengan pelatihan ini , teman-teman akan saya ajak ke Ponggok, minimal bisa berkesinambungan, jangan sampai sekali jalan kemudian diam. Kalau ini nanti kita sinergi, kolaborasi dengan aset-aset kabupaten yang tidak kepakek seperti di sebelah (gedung puskesmas yang rusak), kita minta lagi tanahnya, bangunannya kita mohon, kita hibahkan untuk kemajuan lumbung pangan Nusantara ini kedepan, "Terangnya.

Semuanya akan di kolaborasi, baik itu UMKMnya, centra batiknya dengan wisata religinya. Sehingga terbentuk konektifitas paket wisata desa , wisata desa Kejapanan, "kedepan nantik oleh-olehnya sama, karena di desa Kejapanan banyak sentra usaha, eman-eman kalau sudah ada produknya ada yang mau beli namun tidak ada tempatnya. "Ungkap Eka.

Bahkan penataan dengan sorum-sorum UMKM agar bisa dipasarkan, "jangan sampai ada sentra kuliner bakpia itu mangkrak, sekarang kita tata ulang, bagaimana kedepan kemajuan untuk Pokdarwis dan desa Kejapanan."Pungkasnya. (Syafii/Yus).