Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Budidaya Ikan Lele Wong Tamanan Desa Kepulungan Jadi Percontohan di Kabupaten Pasuruan



Pasuruan, Pojok Kiri
Kelompok Mina Rukun Makmur dusun Tamanan Wong Pulungan dipercaya dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan untuk memberikan tutorial kepada peserta diklat teknologi untuk budidaya ikan lele, dan permentasi dengan metode prebiotik, Kamis (30/11/2023) di ikuti oleh para pelaku usaha baik pemula maupun yang sudah berbudidaya se Kabupaten Pasuruan.

Ikan merupakan bahan pangan yang banyak digemari, karena kaya akan vitamin A, vitamin D, fosfor, magnesium, selenium, yodium, serta kalsium. Secara mendasar ikan memiliki protein hewani yang sama dengan daging sapi, namun kelebihan ikan adalah memiliki kandungan total lemak yang paling rendah dibandingkan sumber protein hewani lainnya dan nutrisinya sangat mudah diserap tubuh. Besarnya kandungan gizi ikan dan harga ikan yang relatif murah menyebabkan tingginya permintaan akan ikan, ditengah semakin langkanya ikan tangkapan dari laut, budidaya ikan air tawar menjadi pilihan untuk memenuhi permintaan pasar.


Manajemen pembibitan dan pakan adalah salah satu cara untuk menunjang keberhasilan usaha budidaya ikan. Proses pembibitan dan pakan merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya ikan.

Budidaya ikan berbasis pelet (budidaya intensif) merupakan kegiatan usaha yang efisien secara mikro tetapi inefisien secara makro, terutama apabila ditinjau dari segi dampaknya terhadap lingkungan. Pemilihan pakan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas budidaya perikanan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan usaha.

Bagaimana usaha budidaya ikan/lele bisa sehat, aman pangan, dan tidak mencemari lingkungan sehingga usaha budidaya ikan/lele itu bisa berkelanjutan.

Permasalahan selama ini di untuk budidaya ikan/lele terletak di pakan alternatif yang justru memberikan hasil yang baik, maupun kwalitas dagingnya l, karena penggunaan pakan alternatif bisa menimbulkan penyakit-penyakit.

Banyaknya pakan-pakan alternatif yang dinilai negatif selama ini seperti ayam tiren (ayam mati kemarin), telur abor (telur yang gagal untuk dierami), usus-usus yang sudah busuk dan lain sebagainya , menjadikan hasil produksi ikan lele tidak sehat. Air dan baunya juga mencemari lingkungan, sehingga kerapkali warga merasa terganggu.


Namun produksi budidaya ikan lele yang dilakukan warga dusun Tamanan ini patut di acungi jempol, patut di contoh, selain tidak mencemari lingkungan malah semuanya bermanfaat.
Cara memproduksinya cukup baik, menuju keamanan pangan (tidak berbahaya untuk di kosumsi).

Mulai tahun ini 2023 per bulan Agustus dinas perikanan mencoba mencari ilmu-ilmu dengan membuat Dempond (Demontrasi Kolam Untuk Ikan Lele) Budidaya Lele, dan beberapa titik yang lain ada di desa Gajah Bendi Beji, dan Kelurahan Pogar kecamatan Bangil. Dari 3 lokasi ini, titik yang ada di desa Kepulungan di nilai oleh dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan cukup berhasil, sehingga pihak dinas menunjuk Budidaya lele kelompok Mina Rukun Makmur dusun Tamanan menjadi percontohan pembubidayaan ikan lele di kabupaten Pasuruan.

" Kami menilai kelompok Mina Rukun Makmur dusun Tamanan ini cukup berhasil, sehingga kami ingin mensosialisasikan tentang metode budidaya yang baik disini, sehingga kami mengundang semua teman-teman budidaya se kabupaten Pasuruan, sehingga mereka bisa bisa mengambil ilmu tentang pola budidaya ikan lele yang sehat dan baik. "Ungkap Rela, Kabid perikanan dari dinas perikanan kabupaten Pasuruan.

Indikator Suksesnya budidaya lele yang ada di dusun Tamanan desa Kepulungan tidak lepas dari sistem penerapan SOP nya yang baik, secara disiplinnya baik sehingga berpengaruh hasil panennya sudah memenuhi syarat, dalam artian sesuai dengan yang diharapkan. Hasil produksinya juga terlihat sehat.

Para peserta studi banding mendapatkan pelatihan bagaimana budidaya lele yang benar, "kita latih budidaya tanpa menggunakan pakan-pakan alternatif yang dinilai negatif, "ucap Rela.

Kades Kepulungan Didik Hartono dalam sambutannya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada dinas Perikanan yang selama ini 
Atas bimbingan kepada Wong Pulungan terutama kelompok budidaya lele mina rukum makmur.

"Saya sangat mengapresiasi sekali dan bersyukur, terima kasih bahwa di kelompok budidaya yang diprakarsai oleh para tokoh masyarakat , ada LPM, BPD, RW, RT, semuanya kompak, dengan kekompakan semua usaha akan berhasil dengan baik, "Ucapnya.

Kelompok mina rukun makmur dusun Tamanan dipercaya memberikan tutorial oleh dinas Perikanan kepada peserta 
Diklat teknologi untuk budidaya ikan lele, permentasi dengan metode prebiotik. 

Para pembudidaya menyimak semua materi yang disampaikan Mutarrom, baik secara teori dan praktek. Menurut Mutarrom sebelum penebaran air, ruangan kolam itu harus dalam keadaan netral, dalam artian lele/ikan itu tidak terganggu apapun. Satu hari sebelum pengisian untuk pertumbuhan plangton kolam terpal kita bersihkan dulu memakai kaporit untuk menanggulangi bakteri bakteri yang merugikan, setelah itu kita cek netral. Satu hari berikutnya kolam kita keringkan. Baru satu hari berikutnya kita isi air, baru setelah itu kolam yang sudah terisi air kita isi larutan NPK 300 gram, 1,5 kg garam brisok di tambah kapur 1 kg. Satu hari berikutnya kita diamkan, satu hari berikutnya kita memberi makan plangton, yaitu dengan pelet, kultur ( probiotik yang sudah digandakan).

Ditangan Mutarrom, probiotik prodak pabrikan bisa digandakan dari satu liter menjadi 100 liter. Kalau murni memakai probiotik pabrikan membutuhkan biaya yang cukup besar, tetapi setelah di gandakan, biaya lebih sangat ngirit.

"Kalau kita beli kultur probiotik pabrikan saat ini satu liternya cukup satu kali panen bahkan kurang. Tapi setelah digandakan bisa 3kali panen, "Ungkapnya.

Masih menurut Mutarrom rahasia resep itu dalam menggandakan probiotik itu sangat mudah di peroleh, "kita siapkan satu bungkus ragi tape, satu pak minuman Yakult, 5liter ulase (gula tetes) ditambah probiotik, di tambah 100liter air, setelah jadi adonan kita permentasi selama satu Minggu, "ungkapnya.

Dengan teori Mutarrom yang di terapkan di Kelompok mina rukun makmur dusun Tamanan desa Kepulungan ini sudah 2 kali panen dengan kurun waktu satu kali panen membutuhkan waktu 40 hari. 

Tak hanya itu, Mutarrom juga menjelaskan bahwasannya kegagalan itu juga bisa di proses awal, maka seharusnya mulai awal pembibitan maksimal ikan lele biarkan memakan plangton maksimal 3 hari, terbukti ikan tidak ada yang mati. Ikan lele awal pembibitan mati karena ketidak nyamanan air. Makanya air kalau tidak penetralan dengan tritmen, khawatir disitu ada bakteri-bakteri yang mematikan.

Setelah 3 hari ikan baru dikasih makan pelet dengan ukuran 5% dari bobot keseluruhan, dan setiap dua atau tiga hari sekali juga di timbang perkembangan bobotnya untuk menentukan banyaknya pakan yang dikosumsikan, karena dengan pertumbuhannya ikan nafsu makannya bertambah.

"Kecepatan pertumbuhan ikan itu dipengaruhi oleh bobot, di tempat lain butuh 3 bulan baru panen, tetapi kalau di sini 40 hari sudah bisa panen, " ucap Mutarrom.

Teori dan resep yang dilakukan warga dusun Tamanan wong Pulungan ini cukup menjanjikan, karena sangat efisien.

"Ternak lele itu juga harus bisa menghitung FCR, untuk mengetahui kualitas pakan yang diberikan terhadap pertumbuhan lele. Perbandingan antara pakan dengan yang dihasilkan. Kalau kita memakai sistemnya mina rukun makmur dusun Tamanan wong Pulungan, 0,8 s/d 0,9 FCR , satu kilo pakan bisa menghasilkan kurang lebih 114 kilo daging ikan lele, dan itu keuntungan bersihnya. Kalau kita memakai skala kecil keuntungannya itu tidak kelihatan, namun kalau 10ribu, seribunya kurang lebih untung Rp. 600ribu dengan waktu 40 hari. Kita punya 7ribu, jadi untung bersihnya tiap 40 hari sekali ada Rp. 4.200.000,- , "pungkasnya. 

Selain menguntungkan Budidaya lele dengan teori permentasi metode prebiotik ini, tidak mencemari, airnya sangat bermanfaat untuk pertanian, karena mampu menyuburkan tanaman. 

"Limbah air budidaya lele bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman seperti asmatoga Taman serkepis milik ibu-ibu kader PKK, dan bisa dimanfaatkan, warga Tamanan untuk penyubur tumbuhan, karena di dusun Tamanan banyak ditumbuhi pohon produktif seperti pohon klengkeng. "Tambahnya.(Syafii/Yus).