Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Japas Minta Kejari Surabaya Tak Tebang Pilih dalam Kasus Dugaan Korupsi Bank Jatim Dr. Soetomo

Penyidik Pidsus Pilih Menguji Hal Tersebut dalam Persidangan Praperadilan

Ketua Umum Japas M.H Sholeh.(dok)

Surabaya, Pojok Kiri
Perkara dugaan tindak pidana korupsi di Bank Jatim Dr. Soetomo dengan modus kredit macet senilai kurang lebih Rp 1,4 miliar yang saat ini ditangani Sie Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mendapat perhatian dari Organisasi Kepemudaan (OKP) Jaringan Pemuda Surabaya (Japas).

Ketua Umum Japas M.H Sholeh kepada Pojok Kiri, Jumat (29/4/2022), menyampaikan pihaknya telah berkirim surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya perihal Permohonan Informasi Hukum dan Evaluasi Kinerja Kejari Surabaya.

"Jangan sampai ada kesan tebang pilih dan lembaga Kejaksaan mampu menskenariokan siapapun untuk jadi Tersangka atau tidak,” pintanya sembari mengirim data surat Japas kepada Kajari Surabaya tersebut.

Japas kata M.H Sholeh berharap hukum harus ditegakkan kepada siapapun dengan jabatan apapun. Terlebih sambungnya kepada kasus korupsi yang mana telah merugikan  negara dan menjadi virus Bangsa Indonesia.

“Tidak boleh ada praktik jual beli kasus hukum di tubuh Kejaksaan,” tegasnya menutup perbincangan.

Isi surat Japas tersebut berisi sehubungan dengan adanya pemberitaan di pelbagai media tentang gugatan Praperadilan register perkara Nomor : 12/Pid.Pra/2022/PN.Sby, tanggal 14 April menurut pantauan Japas bahwa dalam materi gugatan tersebut menunjukkan kejanggalan dan mencoreng kinerja Kejari Surabaya. 

“Terkesan dalam penanganan kasus korupsi di Bank Jatim asal menetapkan tersangka kepada pegawai yang notabene tidak melibatkan turut sertanya Kepala Penyelia dan Kepala Cabang sebagai Penanggung Jawab Utama dalam kasus tersebut. Jangan sampai kinerja Kejaksaan Negeri Surabaya tebang pilih dalam penetapan tersangka,” tulis Japas dalam suratnya itu.

Selanjutnya Japas memohon informasi dan kejelasan hukum yang sebenarnya terkait Surat Perintah Penahanan (Sprin-Han) Nomor : Print-03/M.5.10/Fd.1/04/2022, tanggal 4 April 2022 atas nama Tersangka Andrianto demi tegaknya keadilan dalam hukum di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.

Hal ini menurut Japas adalah kurang ketelitian dalam mencermati kinerja, kredibilitas dan kapabilitas penyidik di lingkungan Kejaksaan Negeri Surabaya. 

“Kami mendukung Kejaksaan Negeri Surabaya bekerja secara maksimal,” tutup surat dari Japas.

Sementara itu, Kajari Surabaya melalui Kasi Intelijen Khristiya Lutfiasandhi, Jumat (29/4/2022) malam membenarkan surat dari Japas itu dan berkenan  menanggapi. 

Terkait penanganan perkara dugaan tipikor Bank Jatim cabang Dr. Soetomo saat ini menurut Khristiya Lutfiasandhi dalam proses Praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Tersangka Andriyanto. 

Kejari Surabaya kata Khristiya Lutfiasandhi menghormati langkah hukum yang dilakukan Tersangka Andrianto dan akan mengikuti prosesnya di Pengadilan. 

Terkait dengan surat yg dikirimkan oleh Japas tersebut, Kasi Intelijen Kejari Surabaya berpendapat isi dalam surat sudah masuk dalam materi pokok perkara. 

“Penyidik memilih untuk menguji hal tersebut dalam persidangan nantinya,” pungkasnya. (Yud)